BUDIDAYA JAMU…

 

 

PELUANG USAHA

BUDIDAYA JAMUR TIRAM DATARAN RENDAH

         

Peluang budidaya jamur tiram saat ini sangat menjanjikan.Seiring timbulnya kesadaran masyakat kita untuk mengkonsumsi makanan yang sehat.Apalagi sekarang rasanya kita mulai sulit mencari makanan yang terjamin sehat.Beberapa hari ini di berbagai stasiun televise sering diberitakan,ditemukan makanan yang kita anggap sehat selama ini ternyata sudah teracuni oleh bahan pengawet dan pewarna yang berbahaya bagi kesehatan kita.Seperti tahu yang mengandung gizi tinggi,oleh produsen diberi pormalin untuk mengawetkan jadilah ia racun bagi tubuh.

Berangkat dari pengalaman tersebut alternatife pangan murah tapi bergizi tinggi,bebas dari bahan pengawet jawabannya adalah konsumsi jamur tiram.

Kesempatan baik ini harus kita tangkap sebaik-baiknya.Terutama bagi teman yang saat ini belum memutuskan untuk memulai usaha.Apalagi yang tinggal diperkotaan prospek pemasarannya sangat bagus.Lahan sempit bukan masalah,atau iklim yang panas tidak masalah dengan sedikit rekayasa,teliti dan telaten kuncinya.

Mengenal jamur tiram

Diantara banyak jenis jamur yang sedang baik prospeknya adalah Jamur Tiram Putih (Pleuratus ostreatus sp). Jamur ini disebut juga jamur kayu, karena tumbuh pada media kayu lapuk atau serbuk kayu. Disebut jamur tiram karena bentuk tudungnya membulat lonjong dan menutup seperti cangkang tiram. Jenis jamur tiram pun bermacam-macam ada tiram putih, coklat dan merah.

Menurut Wikipedia, tubuh buah dari jamur tiram memiliki tangkai yang tumbuh menyamping (bahasa Latin: pleurotus) dan bentuknya seperti tiram (ostreatus), sehingga jamur tiram mempunyai nama binomial Pleurotus ostreatus. Bagian tudung berubah warna dari hitam, abu-abu, coklat, hingga putih, dengan permukaan yang hampir licin, diameter 5-20 cm. Tepi tudung mulus sedikit berlekuk. Spora berbentuk batang berukuran 8-11×3-4μm. Miselia berwarna putih dan bisa tumbuh dengan cepat.

· Kandungan Gizi

Jamur ini mempunyai kandungan protein yang tinggi, asam lemak tak jenuh, serat dan vitamin sehingga rasanya sangat enak dibandingkan jenis jamur lainnya. Kandungan gizi jamur tiram menurut Direktorat Jenderal Hortikultura Departemen Pertanian, protein jamur tiram rata-rata 3.5 – 4 % dari berat basah. Berarti dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan asparagus dan kubis. Jika dihitung berat kering, kandungan proteinnya 19-35%, sedangkan beras hanya 7.3% gandum 13.2% kedelai 39.1%. susu sapi 25.2%. Jamur tiram juga mengandung 9 macam asam amino yaitu (1) lisin (2) metionin (3) triptofan (4) threonin (5) valin (6) leusin (7) isoleusin (8) histidin dan (9) fenil alanin. 72% lemak dalam jamur tiram adalah asam lemak tidak jenuh sehingga aman dikonsumsi baik yang menderita kelebihan kolesterol (hiperkolesterol), maupun gangguan

metabolisme lipid lainnya. 28% asam lemak jenuh, serta adanya semacam polisakarida kitin di dalam jamur tiram diduga menimbulkan rasa enak. Jamur tiram juga mengandung vitamin penting, terutama vitamin B, C, dan D, serta vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), niasin, dan provitamin D2 (ergosterol) dalam jamur tiram cukup tinggi. Mineral utama tertinggi adalah Kalium, Fosfor, Natrium, Kalsium dan Magnesium. Mineral utama tertinggi adalah : Zn, Fe, Mn, Mo, Co, dan Pb. Konsentrasi K, P, Na, Ca, dan Me mencapai 56-70% dari total abu dengan kadar K mencapai 45%. Mineral mikroelemen yang bersifat logam dalam jarum tiram kandungannya rendah, sehingga jamur ini aman dikonsumsi setiap hari.

Dilihat dari kandungan gizi yang terdapat dalam jamur tiram, maka bahan ini termasuk aman untuk dikonsumsi. Adanya serat, yaitu lignoselulosa baik untuk pencernaan. USDA (United States Drugs and Administration) yang melakukan penelitian pada tikus menunjukkan bahwa dengan pemberian menu jamur tiram selama 3 minggu akan menurunkan kadar kolesterol dalam serum hingga 40 % dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi pakan yang mengandung jamur tiram. Oleh karena itu, mereka berpendapat bahwa jamur tiram dapat menurunkan kadar kolesterol pada penderita hiperkolesterol. Di Jepang saat ini sedang diteliti potensi jamur tiram sebagai bahan makanan yang dapat mencegah timbulnya tumor.

· Komposisi kimia nutrisi jamur tiram

Komposisi asam amino (mg/g berat kering) pada badan buah :

a. asam aspartat 17,9

b. treonin 8,5

c. serin 9,7

d. asam glutamat 21,7

e. prolin 6,0

f. glisin 9,0

g. alanin 12,8

h. sistein 2,8

i. valin 10,7

j. metionin 4,6

k. isoleusin 6,6

l. leusin 12,2

m. tirosin 6,0

n. fenilalanin 7,2

o. histidin 15,0

p. lisin 9,7

q. arginin 12,1

Komposisi asam lemak pada badan buah (mg/g berat kering) :

a. asm palmitat 2,2

b. asam stearat 0,5

c. asam oleat 2,9

d. asam linoleat 10,3

· Penanaman dan Pemanenan

Jamur tiram dapat ditumbuhkan pada media kompos serbuk gergaji kayu. Miselium dan tubuh buahnya tumbuh dan berkembang baik pada suhu 25-39°C. Agar bakal tubuh buah terbentuk biasanya dibutuhkan kejutan fisik seperti perubahan suhu, cahaya, tingkat CO2, kelembaban relatif udara dan aerasi. Suhu substrat yang tinggi dapat memicu pertumbuhan mikroflora termofilik. Mikroorganisme termofilik tumbuh pada kisaran suhu 30-55°C, ketika tumbuh mikroorganisme tersebut menghasilkan panas yang lebih pada substrat sehingga dapat mematikan miselium jamur yang dibudidayakan. Substrat sebaiknya memiliki konduktivitas panas yang rendah, oleh karena itu susunan tinggi kompos kurang dari 25 cm dan log jamur tidak lebih dari 25 kg. Selama pembentukan tubuh buah, beberapa jamur sensitif terhadap tingkat CO2 yang tinggi, sehingga tubuh buah yang terbentuk akan memiliki tangkai yang panjang dan tudung yang kecil. Kisaran konsentrasi CO2 yang baik untuk pertumbuhan galur tertentu dari P. ostreatus antara 550-700 ppm. Faktor cahaya sangat menentukan pembentukan tubuh buah. Beberapa jamur akan membentuk tubuh buah jika kekurangan cahaya. Untuk pembentukan tubuh buahnya Pleurotus spp. diperlukan 8 jam penyinaran cahaya, namun Pleurotus yang tumbuh tanpa cahaya akan membentuk struktur seperti koral dengan banyak tangkai yang bercabang.

Pada umumnya teknologi budidaya yang diterapkan para petani jamur tiram yaitu penggunaan serbuk gergaji sebagai substrat menjadi “baglog” yaitu substrat yang dikemas didalam kantong plastik tahan panas. Adapun karakteristik pertumbuhan

tiram pada baglog serbuk gergaji yaitu dalam jangka waktu antara 40-60 hari seluruh permukaan baglog sudah rata ditumbuhi oleh misellium berwarna putih. Satu sampai dua minggu setelah baglog dibuka biasanya akan tumbuh tunas dalam 2-3 hari akan menjadi badan buah yang sempurna untuk dipanen. Pertumbuhan badan buah pada waktu panen telah menunjukkan lebar tudung antara 5-10 cm. Produksi jamur dilakukan dengan memanen badan buah sebanyak 4-5 kali panen dengan rerata 100 g jamur setiap panen. Adapun jarak selang waktu antara masing-masing panen adalah 1-2 minggu.

Bakal tubuh buah atau primordia dari basidiomiset adalah gumpalan kecil yang terdiri dari kumpulan miselia yang akan berkembang menjadi tubuh buah. Diameter tubuh buah sekitar 1 mm. Primordia berkembang dan pada tubuh buah muda terlihat bagian-bagian tubuh buah seperti tudung dan tangkai yang terletak tidak di tengah tudung. Pada permukaan bawah tudung dari tubuh buah muda terdapat bilah-bilah (lamela). Lamela tubuh menurun dan melekat pada tangkai. Pada lamela terdapat sel-sel pembentuk spora (basidium), yang berisi basidiospora. Basidiospora biasanya dibentuk pada saat tubuh buah dewasa mengalami kematangan. Selama tepi tudung masih berlipat-lipat, tubuh buah dikatakan belum dewasa. Pada saat tepi tudung meregang penuh tubuh buah mencapai fase dewasa dan dapat dipanen. Tubuh buah yang matang biasanya rapuh dan spora-spora dapat dilepaskan.

Spora pada jamur berfungsi untuk alat reproduksi dan bertahan. Karakteristik spora sering digunakan untuk mempelajari sistematika dan klasifikasi jamur. Para ahli mikologi dapat menggunakan spora atau lebih tepatnya jejak spora yang dapat membantunya untuk mengidentifikasi ribuan spesies jamur yang memiliki tudung. Jejak spora adalah kumpulan spora dalam jumlah besar. Hal ini bisa diperoleh dengan meletakkan tudung dengan himenium menghadap ke bawah pada selembar kertas putih atau sepotong kaca. Setelah beberapa jam, terkadang tidak sampai esok harinya, lapisan spora akan terkumpul. Warna spora terbagi ke dalam 4 atau 5 tipe umum, yaitu: putih, merah muda, kuning tanah dan ungu kehitaman, namun kelompok terakhir dapat dibedakan lagi menjadi ungu dan hitam. Warna spora kadang-kadang dapat dilihat secara visual dengan melihat lamela pada jamur dewasa, tetapi kadang-kadang warna dari lamela menyembunyikan warna sporanya.

TIP MEMULAI BUDIDAYA JAMUR TIRAM

Beberapa reperensi budidaya jamur yang pernah saya baca selalu di mulai dengan  membuat bibit jamur sendiri.Yang notabene rumit dan sangat membingungkan bagi pemula,sehingga kita takut untuk mencoba.Perkara bibit gampang teman,banyak sudah petani besar yang siapin bibit,toh!kita tinggal pesan.

PERSIAPAN RUMAH JAMUR

Untuk memulai budidaya pertama sekali kita menyiapkan tempat .Pemilihan tempat yang baik adalahkunci keberhasilan budidaya jamur.Kriteria tempat adalah;Pertama dekat dengan media untuk budidaya,seperti serbuk kayu,untuk menekan cost.Kedua dekat dengan pangsa pasar,dikota besar no problem.Karena kita akan pasarkan dalam keadaan segar.Rumah jamur atau kumbung yang akan kita bangun sebaiknya harus memperhatikan sirkulasi udara yang baik.Bangunan yang perlu kita siapkan minimal 2 tempat.1 untuk ruang penumbuhan.2 ruang untuk inkubasi.

Bentuk dan bahan bangunan sesuaikan dengan kondisi.Sebaiknya dari bahan yang murah dan bisa meredam panas,seperti dinding dari geribik atap dari daun nipah.Sebaiknya bangunan di buat tinggi,missal 3m.Buat ventilasi yang bisa buka tutup.Untuk ukuran ruang penumbuhan sebaiknya hanya diisi 70 baglog permeter.Suhu ruang tidak boleh lebih dari 30o.Idealnya jamur tiram tumbuh baik pada suhu27o.Untuk mensiasatinya kita siapkan  sprayer untuk membuat pengabutan .

BAHAN BAKU MEDIA TANAM JAMUR TIRAM

-Serbuk gergaji 80%,pilih serbuk yang halus dan masih bagus,kalau ada serbuk dari kayu karet atau sengon.

-dedak halus 18%,pilh yang masih bagus.

-kapur dolomit 1%

-gipsum 1%

Air kurang lebih 60% dengan ph5,5-6,5

PROSES MEMBUATAN  BAGLOG

Campurkan semua bahan diatas,kecuali air aduk hingga merata(homogen).Sebaiknya waktu mencampur kapur sambil diayak biar halus dan merata.Setelah itu tambahkan air bersih sedikit demi sedikit sambil kembali di aduk.Pencampuran air dengan media lain kurang lebih 60% atau secara sederhana kita kepal adonan kemudian lepaskan kalau ia tidak langsung buyar itu tandanya sudah cukup.Kemudian adonan tadi kita diamkan dulu kurang lebih 2 hari.Tutupi adonan dengan plastic setiap 8-10 jam kita aduk lagi ,ketika adonan terasa panas.Setelah 2 hari adonan kita dinginkan sebentar kemudian siap di kemas.Sebaiknya gunakan plastik PP ukuran 18×35,0,3.Isi plastic ¾ saja kemudian padatkan(bisa dengan kayu atau botol) ujungnya kita masukkan cincin untuk jamur(bisa beli pada penyedia bibit)kemudian tutup dengan sisa kapas atau koran.

PROSES STERILISASI

Bahan untuk sterilisasi bisa dilakukan dengan cara sederhana misalnya drum bekas.Pastikan drum bebas dari kotoran modifikasi ¼ bagian nya seperti dandang kukusan.Sebagai sumber bahan baka r kita bisa gunakan kayu bakar atau gas elpiji,sesuai dengan lokasi kita dan kemudahan untuk mendapatkannya.Lakukan pengukusan kurang lebih 10-12 jam ,dengan api yang konstan.dengan suhu 90-95%.

Setelah proses sterilisasi selesai turunkan media baglog dinginkan dalam suhu kamar,setelah dingin baglog siap di inokulasi bibit.

CARA INOKULASI

Proses inokulasi ini sangat menentukan berhasil tidaknya budidaya selain proses sterilisasi.Pastikan ruangan untuk inokulasi bersih dan bebas pencemaran.Siapkan pelita dari spiritus,lap bahan untuk mengeluarkan bibit dari botol dengan alcohol 70%.Buka penyumbat baglog isi dengan bibit kurang lebih satu sendok makan kemudian tutup lagi dengan Koran bersih lalu ikat dengan karet gelang.sampai disini proses inokulasi selesai.

Kemudian simpan baglog tadi dalam ruangan dengan suhu kamar.Pastikan ruangan bersih dan steril.proses ini dinamakan masa inkubasi.Stelah kurang lebih dua minggu bibit sudah mulai menyebar ,ditandai dengan permukaan media di tumbuhi benang benang putih seperti tempe.Biarkan sampai seluruh media dalam baglog penuh dengan benang benang putih,kurang lebih 4-5 minggu.Sampai disini proses inkubasi selesai kemudian baglog siap di pindahkan ke ruang penumbuhan.

RUANG PENUMBUHAN JAMUR

Ruang penumbuhan jamur seperti di uraikan diatas,tinggal kita modifikasi ruangan agar bisa mempertahankan kelembapan 80-85% suhu ruang kisaran 22oC-27oC. Buatlah rak-rak untuk meletakkan jamur,kira kira lebarnya sepanjang baglog.Letakkan posisi baglog di tidurkan gunanya untuk optimalisasi ruang.Sehingga ruang ukuran 1m bisa memuat 70-80 baglog.Biarkan tutup baglog tertutup,kita hanya lakukan penyobekan baglog sedikit saja di sekitar cincin.Sobek sedikit dengan pisau kater sebanyak dua titik selebar 1cm saja.Lakukan control rutin suhu dan kelembapan ruang,kalau terasa pengap buka sebentar ventilasi biarkan udara masuk.

Okay..teman

Mudah mudahan anda berhasil menjadi petani jamur yang sukses,kuncinya hanya teliti dan telaten,terahir jangan lupa berdoa pada Sang Pencipta .

Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Budidaya dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s